| Vaan |
|
"One of these days I’ll fly an airship of my own. I’ll be a sky pirate, free to go where I will."—Vaan Nama : Vaan
Latar belakang Kehidupan Vaan bisa dibilang tragis. Orang tua Vaan meninggal karena sampar 5 tahun sebelum cerita FFXII dimulai. Ia sempat dirawat oleh Reks, kakaknya, dan Penelo beserta keluarganya. Tapi tak lama kemudian dia harus kehilangan kakaknya juga. Reks meninggal setelah terluka parah akibat pertempuran di Nalbina Fortress. Ia dikhianati oleh pimpinan pasukannya Captain Basch fon Ronsenburg yang sebenarnya adalah Judge Gabranth yang tengah menyamar. Vaan menemani Reks hingga saat kematiannya, karena kesalahpahaman ini ia kemudian menyimpan dendam terhadap Basch dan Archadian Empire. Personality Terlepas dari semua kebenciannya terhadap Archadian Empire, Vaan merupakan sosok yang ceria, easy going, dan energik. Sikap Vaan hampir bisa disamakan dengan Tidus. Seringkali berbicara tanpa berpikir panjang. Itulah yang terjadi saat ia mengetahui tentang panjangnya umur ras Viera. Vaan terkejut mengetahuinya dan langsung saja menanyakan umur Fran. Menanyakan umur seorang wanita biasanya dianggap tidak sopan, tapi itulah yang Vaan lakukan. Setelah Ashe bergabung dengan party, peran Vaan hanya sekedar memberikan komentar, saran, pendapat dan semacamnya. Meski demikian, Vaan menyimpan cita-cita yang besar. Sepanjang permainan, ia berulang kali menyinggung soal impiannya menjadi sky pirate dan mengemudikan airshipnya sendiri. Dan ia beruntung bertemu dengan Balhtier, seniornya dalam sky pirating. Mereka sampai terlihat seperti guru dan murid. Vaan memiliki ability yang mengarah kepada thief. Sejak awal permainan sudah diceritakan bagaimana Vaan menjalani hari-harinya sebagai pencopet. Awalnya Vaan tidak unggul dalam pertempuran fisik, ia malah terlihat agak lemah . Tapi seraya waktu berlalu, Vaan menjadi anggota tim yang sangat berharga karena statusnya bisa berkembang pesat. Meskipun thief, Vaan sangat berjiwa besar. Ia menahan keinginannya untuk membalas dendam terhadap Gabranth, pembunuh kakaknya, menyadari kalau hal itu tidak akan membawa Reks kembali. Spin off Setahun setelah event FFXII, yaitu di Final Fantasy XII :Revenant Wing, impian Vaan semakin mendekati kenyataan. Di awal permainan ia sudah mengemudikan airshipnya sendiri dan mencari harta karun bersama Balthier. Tapi sialnya, airship miliknya rusak saat meninggalkan Glabados Ruins. Untungnya bagi Vaan, tak lama kemudian ia menemukan sebuah airship misterius yang membawanya ke "sky continent of Lemurés". Karena airship ini berurusan dengan Vaan, wajar jika Vaan langsung mengklaim kapal ini sebagai miliknya hingga ditemukan pemilik aslinya. Sifat khas Vaan. Selain di Revenat Wings, Vaan tampil kembali di FF Tactic A2: Grimoire of the Rift. Kali ini Vaan sudah tampil beda. Dia sudah mengenakan kemeja di balik rompinya. Selain itu, sepertinya dia sudah sukses sebagai sky pirate dengan Penelo sebagai partnernya. Dia bahkan sudah punya peniru, sky pirate lain yang ngaku-ngaku sebagai dirinya. Meski impiannya sudah jadi kenyataan, sifat ceria dan asal-asalannya tetap tidak berubah. (S.H) |




Vaan adalah protagonis utama di Final Fantasy XII. Berbeda dengan karakter utama di seri FF sebelumnya, dia sendiri tidak menjadi fokus jalan cerita. Vaan tidak tampil heroik layaknya Squall atau Cloud, dia bahkan tidak terlihat seperti leading character bagi party-nya. Meski demikian, sepanjang jalan FFXII menggunakan sudut pandangnya sebagai patokan penceritaan.