| Sabin Rene Figaro |
|
Job : Monk Sabin Rene Figaro adalah playable character dari Final Fantasy VI. Ia merupakan saudara kembar dari Edgar Roni Figaro dan ini membuatnya menjadi salah satu penerus takhta Kingdom of Figaro, walaupun statusnya adalah adik. Namun, ia lari dari istananya untuk mencari kehidupan yang tenang dan bebas dari korupsi, dan hidup sebagai murid dari salah satu ilmu bela diri. Namanya adalah Mash di versi Jepang.
CHARACTER AND APPEARANCE Sabin sering terlihat memakai celana panjang putih dan tank top biru –walaupun tidak jarang melihatnya tanpa memakai baju– dan mengikat rambutnya dengan model buntut kuda kecil. Beberapa concept art menggambarnya dengan janggut, namun ia tercukur rapi di dalam CG cutscenes di versi remake PlayStation. Sifat Sabin adalah petarung yang berpikir lurus. Jarang membuat keputusan, ia menikmati perannya di balik layar. Ia selalu tertawa keras bila kagum, dan menerima lelucon mengenai badannya yang besar dengan bangga, bahkan ia juga sering membuat lelucon. Walaupun badannya besar, ia memiliki hati yang baik, dan akan membantu temannya kapanpun. Sebagai anak kecil, ia sangat benci akan reaksi kerajaan mengenai kematian ayahnya, terlebih lagi ketika ia mempercayai bahwa Empire-lah yang meracuninya, yang mana ini menjadi alasannya untuk bergabung dengan The Returners. Di akhir, Sabin memberitahu Edgar bahwa ia meninggalkan Figaro karena ia tahu saudaranya akan menjadi raja yang hebat, sementara ia melatih dirinya agar suatu hari dapat kembali melindungi saudaranya itu.
STORY -Backstory Sabin terlahir sebagai pangeran di Figaro Castle dan berbagi kekuasaan dengan saudara kembarnya, Edgar. Saat Edgar masih 17 tahun, Gestahlian Empire meracuni ayahnya. Sebelum meninggal, ayahnya meminta kedua anaknya untuk menguasai kerajaannya bersama-sama. Sabin, yang menjadi sedih karena tidak ada yang peduli terhadap kematian ayahnya dan hanya memikirkan siapa yang layak menjadi raja berkutnya, memaksa Edgar untuk lari bersamanya, jauh dari kastil dan politik yang mulai menyimpang. Edgar ingin pergi bersama saudaranya, namun ia tahu bahwa meninggalkan kerajaan berarti melawan keinginan ayahnya, jadi ia memutuskan untuk memberi saudaranya kebebasannya dan diapun melakukan keinginannya. Edgar menawarkan “coin toss”, dimana ia memberikan Sabin pilihan “heads”. Sebenarnya, koin yang digunakan mempunyai wajah Edgar di satu sisi dan wajah Sabin di sisi yang satu lagi (ingat, mereka kembar). Sabin pun pergi meninggalkan kerajaan tanpa menyadari trik yang telah meperdayainya, dan Edgar pun menjadi raja yang baru. Sabin mengatakan pada Edgar bahwa bukannya ia ingin meninggalkan kerajaan dan tidak bertanggung jawab, namun ia percaya bahwa saudaranya akan membawa Figaro ke jalan yang benar. Kemudian, Sabin lari dari kerajaan, dan setelah beberapa waktu, ia bertemu guru bela diri yang terkenal, Duncan. Karena sudah berlatih sebelumnya dan ingin menjadi lebih kuat uyntuk melindngi saudaranya, ia meminta Duncan untuk mengajarinya, dan Duncan pun setuju. Dengan cepat ia menjadi murid terbaik Duncan, yang mana membuat Vargas, anak Duncan, menjadi iri karena berpikir Sabin akan menjadi master berikutnya. Namun Sabin merasa sebaliknya karena Vargas adalah anak dari Duncan, maka tidak mungkin bila Duncan memilih orang lain selain anakmya. Setelah merasa membunuh sang ayah, Vargas melarikan diri ke Mt. Kolts, dan dengan penuh amarah Sabin mengejarnya. Perlu diingat bahwa Sabin tidak pernah bertemu Edgar selama 10 tahun sejak mereka berpisah. -In The Game Saat Sabin melihat Vargas menyerang Edgar, bersama dengan Terra Branford dan Locke Cole, ia langsung datang untuk menyelamatkan mereka. Setelah mengetahui tujuan Vargas, ia menggunakan teknik Blitz ajaran Duncan dan mengalahkan Vargas. Edgar mengenali Sabin, dan Sabin pun menawarkan bantuan untuk saudaranya setelah reuni singkat. Bersama – sama, mereka pergi untuk bertemu dengan Banon di Returner Hideout. Banon memutuskan untuk pergi ke Narshe untuk melihat Esper yang membeku, dan Terra, Sabin, dan Edgar menemaninya. Saat di perjalanan melalui Lethe River, mereka diserang oleh Ultros. Selama pertarungan, Ultros mengikatkan salah satu tentakelnya pada kaki Terra, dan Sabin bergerak cepat untuk menyelamatkannya. Saat mencoba menyelamatkan Terra, Sabin terlempar dari rakit, dan terbawa arus hingga akhir Lethe River. Sabin pun menepi di dekat sebuah rumah, dimana ia bertemu dengan Shadow, seorang mercenary penyendiri. Shadow setuju untuk membantunya menemukan jalan menuju Narshe, dan membawanya ke selatan menuju Doma. Namun, ternyata Doma sedang diserang oleh Gestahlian Empire. Sabin dan Shadow harus diam – diam memasuki Imperial Camp, dimana mereka mendengar rencana Kefka Palazzo untuk menumpahkan racun di sungai yang mengarah ke Doma, dan membunuh seluruh penduduk Doma. Sabin dan Shadow mencoba menghentikan Kefka, namun sia – sia. Ini membuat Cyan Garamonde, salah satu prajurit terbaik Doma, dan satu dari penduduk yang masih hidup, turun ke dalam Camp dan menyerang Imperial Army. Sabin dan Shadow ikut membantunya, dan Cyan setuju untuk membantu mereka menemukan Narshe. Bersama – sama mereka melarikan diri menggunakan Magitek Armor, dan pergi mengarah Phantom Forest. Di dalam hutan, mereka bertiga menaiki Phantom Train, dan mempelajari bahwa jika ingin turun, mereka harus berjalan menuju lokomotifnya dan mematikannya. Mereka memberikan bantuan kepada sebuah hantu, dan berhasil menghentikan keretanya, setelah bertarung dengannya. Namun, saat kereta berhenti, Elaine dan Owain menaiki kereta tersebut, yang mana membuat Cyan sedih. Walaupun begitu, ia bersama Sabin dan Shadow, pergi ke Barren Falls, dimana Shadow pergi meninggalkan Sabin dan Shadow sendiri. Sabin dan Cyan lompat ke air terjun, dan sepanjang jalan mereka bertarung melawan piranha. Mereka mengapung di sungai yang mengarah ke Veldt, dimana mereka diselamatkan oleh anak liar bernama Gau. Namun, Gau menolak untuk berbicara pada mereka asalakn mereka memberikannya makan. Jadi, mereka pergi ke desa kecil terdekat bernama Mobliz dan membeli Dried Meat. Mereka memberikannya ke Gau, dimana akhirnya ia menunjukkan “benda bersinar” miliknya, yaitu sebuah helm scuba-diving yang dapat membantu mereka melewati Serpent Trench menuju Nikeah setelah menertawakan gaya bahasa Cyan yang kuno. Walaupun ditertawakan, Cyan dan gau dengan cepat dapat akrab dan menjadi teman. Dari Nikeah mereka naik feri menuju South Figaro, dimana dengan mudah mereka sampai di Narshe. Cyan, Sabin, dan Gau tiba tepat waktu. Kefka berencana untuk menyerang Narshe untuk mendapatkan Esper yang membeku. Mereka bertiga membantu Banon, Terra, Locke, Edgar, dan Celes Chere melindungi Narshe dan berhasil, namun setelah pertarungan, Terra bereaksi dengan sang Esper untuk beberapa waktu. Ia berubah menjadi menjadi esper dan pergi. Grup pencari dikirim untuk mencarinya. Dalam perjalanan, grup melewati Figaro lagi. Disini, Sabin berkeliling di istana, dan mengingat kembali kenangan lama, termasuk coin toss bersama Edgar. Grup menemukan Terra di puncak menara tertinggi di Zozo, dimana dia dirawat oleh Ramuh. Ramuh memberitahu mereka bahwa mereka harus pergi ke Vector dan membebaskan para esper yang dikurung. Untuk dapat pergi ke sana, mereka harus menemui Setzer Gabbiani, sang penjudi ulung. Setzer sebenarnya tidak ingin membantu mereka, namun Celes menawarkan judi koin (coin toss), dimana bila Celes menang, Setzer harus membantu mereka. Sebalknya, bila ia kalah, ia dan Setzer akan menikah. Koin dengan dua wajah itu memang digunakan untuk memastikan kemenangan Celes. Akhirnya, Setzer setuju untuk membantu. Grup pun pergi ke Vector, dimana mereka berhasil menyelamatkan para esper dan juga Terra. Kembali di Narshe, sang orang tua memutuskan untuk bergabung dengan sebuah persetujuan dibuat dimana Terra akan mengontak para esper untuk menyerang Vector, setelah koalisi antara Returners dan penjaga Narshe akan menyerang dari utara. Rencananya pun berhasil, dan Emperor Gestahl dipaksa menyerah. Di acara jamuan makan, ia bertanya pada Terra bilamana Terra mencoba meyalinkan para Esper untuk negosiasi damai. Terra dan Locke pun pergi ke Crescent Island untuk mendiskusikan pesan sang Emperor. Edgar dan Sabin masih sangat curiga pada Emperor, sehingga memutuskan untuk tinggal di Vector untuk memastikan bahwa Emperor tidak berbohong. Namun, Edgar berhasil membujuk salah satu pembantu Emperor untuk membeberkan rencana Emperor yang sebenarnya: ia mau memancing keluar para Esper dan dan bertujuan untuk menangkapnya. Merekapun pergi ke Thamasa untuk mengingatkan Terra dan Locke, namun mereka terlambat. Kefka telah mendapatkan tambahan magicite lagi dan menggunakannya untuk menghidupkan patung – patung dan mengubah Land of Espers menjadi Floating Continent. Satu tahun setelah kehancuran, Sabin tiba di Tzen (dan juga melewati Albrook) dimana ia sampai tepat waktu saat Kefka menyerang menggunakan “Light of Judgement”, saat bangunan tertinggi di dalam kota mulai runtuh, Sabin langsung lari dan menggunakan hasil latihannya untuk menahan bangunan tersebut dan menunggu seseorang untuk menyelamatkan anak kecil yang terjebak di dalam. Orang itu tak lain adalah Celes, dan Sabin pun bergabung dengan Celes setelah ia menyelamatkan anak kecil itu. Sabin dan Celes tiba di Mobliz, dimana mereka menemukannya telah hancur lebur. Hanya para anak – anak yang selamat, dan mereka diurus oleh Terra, yang merasakan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, yang mengakibatkan ia tidak dapat bertarung lagi. Sabin dan Celes harus melindungi kota dari serangan monster bernama Humbaba. Mereka pun tiba di Nikeah, dimana mereka menemukan Edgar menyamar sebagai seorang pencuri bernama Gerad yang berlakon sebagai anggota Crimson Robbers. Mereka tidak tahu apa maksud Edgar, jadi mereka mengikutinya ke South Figaro dan melewati South Figaro Cave dengan bantuan Siegfried. Mereka memojokkan Edgar di Engine Room di Figaro Castle, dimana Edgar akhirnya membeberkan maksudnya bahwa ia hanya memanfaatkan para pencuri untuk mengantarnya ke dalam kastil agar ia dapat membuatnya muncul di daratan lagi. Mereka membantu Edgar melawan para tentakel yang mengganggu kerja mesin, lalu Edgar pun ikut bergabung dengan mereka. Kemudian mereka pergi ke Kohlingen, dimana mereka bertemu dengan Setzer, yang membawa mereka ke Daryl’s Tomb untuk menemukan airship baru: Falcon. Kemudian, Sabin mendengar bahwa Duncan masih hidup, dan sedang bermeditasi di utara Narshe. Sabin pergi menemui Duncan untuk terakhir kalinya dimana Duncan membantunya menyempurnakan teknik Blitz miliknya: Phantom Rush (Bum Rush di translasi SNES). Di akhir, saat melarikan diri dari menara Kefka yang mulai runtuh, Sabin menyelamatkan Edgar dari girder yang terjatuh. Ia memberitahu Edgar bahwa ia meninggalkan Figaro untuk menjadi lebih kuat, dan dapat melindungi kerajaannya dan saudaranya dari serangan Imperial.
STATS AND EQUIPMENT Sebagai seorang Monk, secara natural Sabin memiliki HP dan stats physical yang tinggi namun rendah di stats defense dan magic. Senjatanya pun terbatas, yaitu hanya bisa menggunakan claw, dan ia hanya bisa menggunakan shield yang dapat digunakan oleh semua karakter / universal shield, dan ia juga dapat memakai lightweight vest dan tunic.
ABILITIES Special ability Sabin bernama Blitz. Blitz dapat digunakan dengan memasukan beberapa bentuk tombol saat command-nya dipilih. Sabin mempelajari teknik Blitz baru seiring dengan kenaikan levelnya, namun bisa juga mempelajari ability finalnya dari gurunya, Duncan, di masa World of Ruin.
MUSICAL THEMES Sabin berbagi theme yang sama dengan milik saudaranya, Edgar. Theme ini dinamakan “Edgar and Sabin”. Lagu ini ditemukan di “Coin Song” dan di ending.
TRIVIA - Sebelum Amano menggambar final artwork, Edgar, Sabin, dan backstory mereka didesain oleh Kaori Tanaka (kemudian dipanggil Soraya Saga), seorang seniman yang berpartisipasi dalam pengembangan Xenogears. Dua nama royal Edgar dan Sabin, Rene dan Roni pun muncul dalam game-nya. Soraya Saga juga menulis doujinshi Figaro no Kekkon: Tales from Desert, yang mana menceritakan backstory mereka. - Teknik Blitz milik Sabin yang bernama Aura Cannon mempunyai tombol command yang sama dengan jurus “Hadoken” yang terkenal di Street Fighter. Keduanya pun sama – sama projectile attack. - Untuk instruction manual dari Final Fantasy Origins, versi remak dari Final Fantasy dan Final Fantasy II untuk PlayStation, Sabin terlihat sebagai contoh nama untuk kleas Monk di Final Fantasy. - Pegulat professional, Joshua Harter, salah satu anggota tag-team “The Motor City Machine Guns”, bergulat dengan nama ring Chris Sabin, referensi langsung ke Sabin Figaro. (Revsky Lionheart) |



