| Tifa Lockhart |
|
“Umm... G, good morning... Cloud. Give me a little longer... Just a little bit longer... This day will never come again... So let me have this moment...”
Tifa merupakan salah satu tokoh utama perempuan di FF VII. Dia harus berbagi “peran” ini dengan Aeris, walaupun demikian dia tetap bertahan sampai akhir game, bahkan sampai ke spin offnya sekali pun. Pengaruh Tifa berefek ke FFVIII karena penampilan Rinoa juga agak mirip dengannya, namun Rinoa dibuat lebih feminim dibandingkan Tifa. Siapa sebenarnya Tifa sehingga Cloud rela meninggalkan Nibelheim untuk membuat Tifa menyadarinya? GARIS BESAR Saat menciptakan Tifa, Nomura dan Nojima mengalami kesulitan dalam menciptakan karakter Tifa. Mereka berkeinginan membuat karakter perempuan modern yang tidak selalu harus bergantung kepada kaum laki-laki serta menjadi pendukung emosional bagi karakter lain. Sebelum Tifa muncul dengan mempunyai “suara”, para gamer FFVII dengan bahasa inggris sempat bingung bagaimana cara melafalkan nama Tifa yang benar antara /’t?f?/ (sebagai Tiffany) atau /’ti?f?/ (Tea-faa) yang lebih dekat dengan pengucapan bahasa jepangnya. Akhirnya kepastian pengucapan Tifa yang benar bagi para gamer dengan bahasa Inggris adalah sewaktu Rachel Leigh Cook (VA Tifa) diwawancara mengenai penampilannya di Kingdom Hearts 2 yang memakai /’ti?f?/ (Tea-faa) sebagai cara pelafalan namanya. Nama belakang Tifa yaitu Lockhart juga sering salah ditranslasikan sebagai Lockheart pada booklet FFVII versi Inggris. Pada majalah Dengeki Playstation 2007, Tifa dinobatkan sebagai karakter terbaik dengan urutan ke delapan, sepanjang sejarah game-game Playstation. UGO.com pun memasukkannya pada “50 Hot Ladies in video game” IN GAME HISTORYMasa Kecil Tifa lahir dan besar di Nibelheim, dan menjadi tetangga Cloud. Walaupun demikian, baik Tifa maupun anak-anak Nibelheim lainnya tidak terlalu mengingat Cloud. Tifa menjadi anak perempuan idola banyak anak laki-laki, termasuk Cloud. Tifa juga memiliki geng sendiri, dengan 3 anak laki-laki lainnya. Saat kematian ibunya di usia Tifa yang ke-8, Tifa mengajak gengnya untuk menyeberangi Nibel Mountain dan menemui ibunya. Di tengah perjalanan, mereka meninggalkan Tifa. Namun Tifa sama sekali tidak menyadari hal ini, dan terus berjalan. Hanya Cloud yang terus mengikutinya. Saat menyeberangi jembatan di Nibel Mountain, jembatan ini terputus menyebabkan Tifa dan Cloud terjatuh. Tifa sempat mengalami koma selama beberapa hari tanpa menyadari bahwa seisi kota menyalahkan Cloud atas kondisinya. Yang dia ketahui, sejak kejadian itu Cloud mulai sering bertengkar dengan anak-anak seumurannya. Suatu malam, Cloud mengajak Tifa bertemu di Menara Air di tengah kota. Di tempat ini, Cloud mengutarakan keinginannya untuk bergabung dengan SOLDIER dan Tifa memintanya berjanji agar Cloud datang menyelamatkannya saat dia berada dalam bahaya. Cloud berjanji dan mereka berpisah. Tifa terus menunggu kabar dari Cloud, yang tidak pernah datang… TIFA DI FFVII: CRISIS CORE Suatu hari Tifa yang sudah berusia 15 tahun mendengar kabar mengenai pasukan SHINRA yang akan datang ke Nibelheim untuk misi tertentu. Dia kemudian langsung menunggu di depan gerbang, namun yang datang adalah Zack Fair, Sephiroth serta 2 pasukan Infantry. Sempat kecewa, dia kemudian berniat bertanya ke Zack namun niat ini diurungkannya. Ia sempat mengirimkan e-mail ke Zack menanyakan soal SOLDIER berambut pirang serta impiannya diselamatkan oleh pahlawan berambut pirang. Ia kemudian menjadi guide yang membawa Zack serta Sephiroth ke Mako Reactor di Nibel Mountain. Sama seperti saat dia kecil, jembatan terputus saat mereka menyeberang dan salah satu pasukan Infantry tewas. Saat tiba di Mako Reactor, Tifa mencoba masuk namun dicegah oleh seorang tentara Infantry yang tersisa. Tentara itu sebetulnya adalah Cloud dan saat monster yang dikirimkan Genesis menyerang mereka, Cloud berusaha sebisa mungkin melindungi Tifa sebelum Zack turun tangan. Tifa kemudian membantu Cloud kembali ke Nibelheim, bahkan sempat menanyakan kondisinya. Ia tidak bertemu lagi dengan Zack sampai tragedy Nibelheim terjadi. Panik saat tidak bisa menemukan ayahnya di kota, dia menyusul ke Mako Reactor. Disana ia menemukan ayahnya yang tewas terbunuh Sephiroth. Dengan dibakar amarah, ia menetapkan bahwa dirinya akan membenci SHINRA serta SOLDIER. Ia memungut Masamune dan berusaha membunuh Sephiroth yang berada di dalam Mako Reactor. Tentu saja dia gagal dan Sephiroth langsung membalas serangan Tifa. Dia mengalami luka yang cukup fatal sebelum Zack dan Cloud muncul. Saat Cloud muncul, Tifa sempat tersadar dan mengatakan bahwa Cloud menepati janjinya untuk menyelamatkannya. Ia kemudian pingsan dan tidak mengetahui apa yang terjadi setelah itu. Setelah Sephiroth dikalahkan, Zangan, guru Tifa, sempat memasuki Mako Reactor dan membawa Tifa pergi. Ia menggunakan Cure untuk menyembuhkan Tifa, walau hanya berhasil mempertahankan nyawa Tifa. Mendengar ada dokter yang cukup hebat di Midgar, dia membawa Tifa ke Midgar. Zangan meninggalkannya tidak lama setelah luka Tifa sembuh. Setelah sembuh, Tifa bergabung dengan AVALANCHE dan menjaga 7th Heaven sebagai markas AVALANCHE. TIFA DI FFVII Entah takdir atau apa, suatu hari Tifa menemukan Cloud yang setengah sadar di stasiun Sektor VII. Ia sempat merasa heran karena perubahan karakter Cloud yang terlalu drastis serta ingatan Cloud yang melompat-lompat. Tapi karena Tifa ingin menyakinkan dirinya, ia kemudian membawa Cloud ke AVALANCHE dan membujuk Barret untuk menyewa Cloud sebagai Mercenary (tentara bayaran). TIFA DI ON THE WAY TO SMILE Setelah peristiwa Meteor berhasil dihindarkan, Tifa kembali membangun 7th Heaven di Edge City. Dia mengajak Cloud tinggal bersamanya, bersama dengan Marlene dan Denzel (yang kemudian bergabung). Walaupun cukup bahagia, Tifa sedikit demi sedikit merasa frustrasi karena perasaan bersalah Cloud serta depresi Cloud. Suatu saat, Tifa menemukan Cloud yang sedang tertidur dan menanyakan apakah Cloud mencintainya. TIFA DI FFVII: ADVENT CHILDREN Suatu hari, Cloud mendadak meninggalkan 7th Heaven dan Tifa tidak bisa menghubunginya. Setiap kali ia berusaha menghubungi Cloud, dia selalu terhubung dengan voice message. Tifa sepertinya mengetahui bahwa Cloud mulai merasa bersalah ketika Denzel terkena Geostigma. Ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi sejak Reno menghubunginya untuk mencari Cloud, namun ia belum yakin apa. Bersama Marlene, dia mengunjungi gereja Aeris. TIFA DI GAMES LAIN Sebagai karakter yang mempunyai banyak penggemar, tentunya Tifa tidak luput menjadi kameo pada game-game Square yang lain. Pertama Tifa muncul pada game fighting Ehrgeiz, dan bisa dimainkan. Tifa juga pernah muncul sebagai poster di Solaris (Xenogears). Tifa juga termasuk karakter yang bisa dimainkan di dalam Itadaki Street, sama seperti beberapa karakter Final Fantasy lainnya. TIFA DI KINGDOM HEARTS II Tifa muncul di dalam Ansem Laboratory saat Sora, Donald dan Goofy sedang ingin bertemu Leon. Tifa langsung bertanya mengenai laki-laki berambut lancip, yang bukan Sora. Entah atas alasan apa, Leon tidak memunculkan dirinya sehingga Tifa harus mencari sendiri lokasi laboratorium Ansem. Satu hantaman mantap ke dinding mampu meninggalkan kesan KUAT yang berkesan dikepala Sora, Donald serta Goofy. Dia terus mencari Cloud, bahkan ditengah-tengah serangan para Heartless serta Nobody. Saat menemukan Cloud, Cloud selalu menghindarinya. Tifa memiliki cahaya yang ditakuti oleh Cloud, padahal Tifa adalah cahaya yang dicari oleh Cloud, sementara Sephiroth adalah sisi kegelapan Cloud. Saat bertemu Cloud yang sedang bertempur dengan Sephiroth, Tifa memberikan “cahaya”nya ke Cloud. Cloud menerimanya dan kemudian menghadapi Sephiroth dengan serius, keduanya beradu pedang sebelum menghilang. Tifa kembali bertekad untuk menemukan Cloud, sampai kapan pun juga. Ia kemudian meninggalkan Radiant Garden setelah memberikan Fenrir kepada Sora. Tifa sempat menolong Sora saat pertarungan mempertahankan Hollow Bastion. Lucunya, dia dan Cloud sulit bertemu padahal jaraknya nggak jauh-jauh amat. Biasanya kalo Tifa di kota, Cloud ada di laboratorium Ansem. Atau sebaliknya. ALL ABOUT TIFAKEPRIBADIAN Banyak orang menyangka Tifa sebagai perempuan yang sangar. Memang benar ia merupakan perempuan yang memiliki kekuatan fisik cukup besar, tapi Tifa sebetulnya merupakan perempuan yang sensitif serta mandiri. Nomura sendiri memang menciptakan Tifa sebagai perempuan modern yang tidak tergantung kepada laki-laki. Tifa merupakan karakter yang berbanding terbalik dengan Aeris. LOVE’S LIFE Tifa sejak kecil menjadi idola banyak anak laki-laki di Nibelheim, termasuk Cloud. Karena masih kecil, pikiran berpacaran mungkin belum terlintas di dalam pikiran Tifa. Namun setelah Cloud meninggalkan Nibelheim, Tifa mulai memikirkan Cloud dan selalu mencari berita tentang Cloud di surat kabar. Dia sempat berbagi mimpinya dengan Zack mengenai dirinya diselamatkan oleh SOLDIER berambut pirang, yang mengacu kepada Cloud. TRUTH ABOUT TIFA - Tifa selalu mengenakan rok, walau dengan modifikasi tertentu. LIMIT BREAKLevel 1 Level 2 Level 3 Level 4 ULTIMATE WEAPONPremium Heart |



