| Amarant |
|
“I tried to kill you! Why are you letting me go?”
Amarant merupakan pendekar bayaran yang disewa oleh Queen Brahne untuk merebut kalung milik Garnet serta mencari keberadaan Vivi. Dalam menjalankan tugasnya, ia dipasangkan dengan Lani, cewek yang suka uring-uringan. Amarant juga sangat senang ketika diberi keleluasaan untuk membunuh Zidane juga. Amarant awalnya berprofesi sebagai penjaga keamanan di pelelangan Treno. Pada suatu hari, ia memergoki Zidane yang akan mencuri sesuatu diruangan jaganya. Amarant mencoba menghentikannya, tapi malah dikelabui olehnya. Zidane pun lolos dari kejaran yang membawa perasaan dendam mendalam kepadanya. Pria bertubuh tinggi dan berambut merah ini pada akhirnya bertemu pandang kembali dengan Zidane saat berada di Madain Sari. Setelah mencuri kalung milik Eiko, Amarant lalu menantangnya untuk berduel dengannya. Sementara Lani yang sebelumnya menyandera Eiko diminta untuk segera pergi. Setelah pertarungan berakhir, Amarant yang mengalami kekalahan dengan sikap ksatria mengembalilkan kalung yang dicurinya. Amarant lalu meminta Zidane untuk segera menghabisinya karena ia tidak pantas untuk hidup lagi. Namun Zidane malah membiarkannya tetap hidup yang membuat dirinya bertanya-tanya. Ia lalu memutuskan untuk mengikuti (bukan untuk bergabung) semua perjalanan Zidane untuk mempelajari jalan pikirannya. Selama pertualangan, pola pikir Amarant dan Zidane cs memang selalu saja berbeda. Ketika di Lifa Tree, saat menyaksikan pertempuran antara Queen Brahne melawan Kuja, Amarant dan Zidane sempat bersitegang berbeda pendapat. Kemudian ketika berada di Alexandria, Amarant bentrok kembali dengan Freya yang pada akhirnya membawa-bawa Zidane sebagai kambing hitamnya. Selain selalu berbeda pendapat, Amarant juga mempunyai rasa tanggung jawab yang sangat besar. Ia bersama Zidane cs langsung pergi menuju lantai atas kastil Alexandria untuk menyelamatkan Garnet dan Eiko. Akhirnya di Ipsen’s Castle, Amarant mendapatkan semua jawaban tentang pola pikir Zidane. Ia yang sudah dua kali diselamatkan oleh Zidane akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam timnya. Saat di Pandemonium, Amarant yang sudah merasakan kebaikan hati Zidane selama ini, ikut juga memberi semangat saat Zidane mulai goyah dengan jalan hidupnya. (Guz) |



