| Garnet Till Alexandroz 17th |
|
“Mother... I shall become a great queen!”
Garnet termasuk ras summoner termuda dan terakhir (selain Eiko) yang masih hidup setelah Invincible menghancurkan Madain Sari. Ia terlahir di Madain sari hingga usianya beranjak 6 tahun dengan nama aslinya adalah Sarah. Saat kejadian penyerangan terjadi, Garnet dibawa lari oleh ibunya dengan menggunakan perahu hingga dalam perjalanan, jiwa ibunya tidak tertolong lagi. Sama seperti ras summoner lainnya, Garnet juga aslinya mempunyai tanduk di kepalanya. Garnet yang selamat dari serangan lalu ditemukan oleh King Alexandrian. Raja lalu segera mengadopsinya karena wajah Garnet itu sangat mirip dengan putrinya yang baru saja meninggal karena sakit. Ia juga mengenalkan Quuen Brahne sebagai ibu barunya dan Steiner sebagai pengawal pribadinya. Raja juga memerintahkan Doctor Tot untuk memotong tanduk yang ada pada dahi Garnet serta meminta untuk mengajarkan semua ilmu pengetahuan kepadanya. Beberapa tahun pun berlalu, Raja pun meninggal dunia dan disinilah awal perubahan terjadi. Queen Brahne mulai berubah sifatnya terutama setelah Kuja menjadi kaki-tangan barunya. Garnet yang mulai jenuh dengan kehidupan istana lalu menyelinap keluar hingga bertemu dengan Zidane. Zidane awalnya tidak mengetahui bahwa gadis berkerudung dihadapannya adalah “target” yang sedang dicarinya. Namun setelah Garnet menyebutkan identitas aslinya dan memilih untuk diculik olehnya, Zidane pun semakin kegirangan, karena tugasnya menjadi semakin ringan. Garnet pun terlibat pelarian bersama Zidane, Blank dan Steiner hingga terbawa oleh Prima Vista. Selama perjalanan, Garnet lalu mengganti nama aslinya menjadi Dagger yang diambil dari jenis pisau yang selalu dipakai oleh Zidane. Di Lindblum, saat bertemu dengan pamannya Regent Cid Fabool IX, ia diberitahu tentang ambisi baru ibunya. Sebelum Queen Brahne menyerang dan menguasai Lindblum, Regent Cid akan menyerang Alexandria dulu. Garnet yang tidak menyukai caranya lalu ‘melarikan diri’ bersama Steiner untuk membujuk ibunya. Namun apa yang terjadi, Garnet malah dikhianati oleh ibunya dengan memerintahkan Zorn dan Thorn untuk merebut kalung miliknya. Pada akhirnya Garnet pun menyadari bahwa ibunya itu memang telah berubah. Ia pun menebak bahwa sikap ibutnya berubah setelah kedatangan Kuja ke lingkungan istana. Terutama pada saat penyerangan di Lifa Tree yang menewaskan ibunya. Garnet mulai menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi ibunya, ditambah ketika Alexandria diporak-porandakan oleh serangan Bahamut. Ia semakin frustasi saja ketika melihat perubahan sikap dari Zidane hingga tidak bisa berbicara untuk sementara waktu. Namun berkat dukungan dari banyak orang diantaranya Doctor Tot, Steiner, Beatrix, Regent Cid, Vivi, Eiko dan yang terpenting Zidane, ia pun mulai bangkit kembali. Ia memotong rambutnya yang panjang dengan pisau milik Zidane untuk membuang masa lalu dan menyongsong masa depan. Garnet sendiri mulai mengingat semua masa kecilnya ketika berada di Madain Sari yang merupakan salah satu ras summoner.
Pada akhir permainan, Garnet yang kini menjadi ratu baru Alexandria tidak melupakan sosok Zidane yang nasibnya tidak diketahui. Saat pertunjukkan I Want to be Your Canary, seorang pemeran berkerudung yang disangka adalah Marcus, ternyata adalah Zidane. Garnet yang sudah lama menantinya lalu berlari mendekatinya dan mereka pun saling berpelukan sambil diiringi tepuk tangan dari para penonton. (Guz) |



