| Kuja |
|
“Why should the world exist without me? Thats wouldn’t be fair. If I die, we all die! Zidane you will be my first sacrifice”
Kuja merupakan Gnome sempurna pertama yang diciptakan oleh Garland yang sebenarnya merupakan “kakak” dari Zidane dan Mikoto yang juga diciptakan tidak lama setelahnya. Nama Kuja kemungkinan diambil dari nama Dewa agama Hindu yang sering diterjemahkan sebagai Son of the Earth (putra bumi). Sifatnya sangat narsis (cinta diri sendiri) dan merasa bahwa dirinya itu superior dibandingkan semua orang disekitarnya. Selain narsis, Kuja juga sangat egois. Narsis ditambah egois, otomatis membuat Kuja menjadi karakter yang sangat menyebalkan. Sifat kenarsisannya bisa dilihat dari cara berpakaian dan gaya berjalannya yang berlenggak-lenggok bagai model catwalk.Kuja mendapat tugas dari Garland untuk membuat kekacauan di Gaia agar kelak para penduduk Terra bisa menggantikan penduduk Gaia. Awalnya Kuja ditugaskan bersama dengan Zidane, tapi karena rasa iri, ia lalu ‘membuang’ Zidane. Saat bertemu kembali, Kuja sangat mengingat dan mengenal akan sosok Zidane. Namun Zidane sendiri tidak mengenalnya karena mengalami amnesia. Kuja lalu terus-menerus mencoba menghabisi atau memanfaatkan Zidane, sampai-sampai menyakiti semua orang yang dekat dengannya. Kuja memanfaatkan Zidane untuk mengambil Gulug Stone, merebut eidolons milik Dagger (atau Garnet), dan bahkan menyuruh Zorn dan Thorn untuk merebut eidolons milik Eiko, walaupun berakhir gagal. Kuja menginginkan kekuatan yang sangat besar untuk membantunya dalam melawan Garland. Kuja berhasil mengendalikan Bahamut, tapi malah dikalahkan oleh Alexander dan kehilangan kontrol atas Invincible. Kuja juga sangat jengkel dengan usianya yang sangat terbatas yang bisa mati kapan pun. Ia lalu bersumpah bila ia mati, semua kehidupan di dunia harus ikut mati juga. Kuja berhasil mengambil alih Invincible lagi sekaligus menghabisi Garland yang sebelumnya dikalahkan oleh Zidane cs. Ia lalu memasuki kondisi trance yang pada akhirnya menghancurkan Terra. Kuja lalu ‘mendekam’ di Memoria untuk menunggu kedatangan Zidane cs yang siap untuk menantangnya kembali. Setelah dikalahkan dan menjelang kematian, Kuja baru menyadari apa yang dimaksud dengan ‘kehidupan’. (Guz) |



