| Steiner |
|
" I-I shall follow you, Princess”
Steiner merupakan ketua Knight of Pluto yang bertugas melindungi keluarga kerajaan Alexandria, terutama Princess Garnet. Selain pasukannya ada juga prajurit wanita bawahan General Beatrix yang menjadi saingannya. Sosoknya memang tidak takut pada siapa pun kecuali pada satu hewan kecil menjijikan yaitu Oglops (semacam serangga). Dalam menjalankan semua tugasnya, Steiner sangat loyal dan sepenuh hati. Saking loyal pada majikannya ia rela mengikuti dan mengejarnya masuk ke airship Prima Vista, hingga dipermainkan oleh Zidane dan Blank. Sejak Sejak kejadian ini Steiner sangat membenci yang namanya makhluk berekor monyet (Zidane). Namun saat berada di Evil Forest, Steiner akhirnya terpaksa berjalan bersama Zidane dan Vivi demi menyelamatkan Garnet. Steiner pun menjadi sosok paling berjasa yang mampu mengembalikan kepercayaan Vivi. Ia sampai memanggilnya sebagai “Master Vivi” karena mampu menggabungkan serangan fisik pedangnya bersama sihirnya. Selama pertualangan bersama Zidane (maupun tidak), Steiner sangat protektif sekali terhadap Garnet. Ia sangat cerewet dengan semua yang akan dilakukan oleh majikannya. Sebenarnya hal itu ia lakukan untuk menjaga bila nantinya akan terjadi sesuatu terhadap majikannya.
Kebencian Steiner terhadap Zidane kemudian lama-kelamaan sirna, setelah melihat perilaku kepahlawanan Zidane yang pernah beberapa kali menyelamatkannya. Apalagi setelah ia diyakinkan oleh Zidane bahwa Queen Brahne itu sebenarnya sudah dirasuki hawa jahat. Steiner mulai tersadar dan mulai menyukai Zidane. Persaingan diantara sesama pengawal pribadi kemudian mulai berkurang setelah Eiko menulis surat cinta untuk Zidane. Karena kecerobohannya suratnya itu sempat berpindah tangan beberapa kali hingga ketangan Beatrix. Beatrix yang menerimanya mengira itu surat cinta dari Steiner. Muncullah benih-benih cinta diantara mereka di tepi dermaga sungai yang menghubungkan istana dengan kota Alexandria. Saat Zidane kehilangan semangat hidupnya ketika berada di Pandemonium, Steiner juga menjadi salah satu penyemangat hidupnya. Pada akhir permainan, Steiner dan Beatrix lalu memberikan restu pada Garnet untuk menemui Zidane yang dikabarkan menghilang setelah kejadian di Memoria. (Guz) |



