| Zidane |
|
“I'm always thinking about girls. I'm popular with ALL the ladies in Lindblum. Come to me if you have any girl trouble, okay?”
Zidane merupakan Gnome ciptaan Garland tidak lama setelah menciptakan Kuja. Zidane menjadi Gnome sempurna karena mempunyai rentang hidup yang normal. Tidak seperti Kuja yang diciptakannya langsung dalam bentuk dewasa. Zidane diciptakan dari bentuk anak-anak yang bisa tumbuh seiring usianya. Kuja yang merasa iri padanya lalu membuang Zidane hingga ditemukan dan dibesarkan oleh Baku, ketua Tantalus. Setelah Zidane mulai mengingat sebagian masa lalunya. Ia merasakan bahwa dirinya itu berbeda dengan yang lainnya. Ia selalu bermimpi tentang suatu tempat yang berwarna biru yang diyakini sebagai tempat kelahirannya. Ketika beranjak remaja, diam-diam ia meninggalkan kelompoknya untuk memulai pertualangannya dalam mencari tempat dalam impiannya. Zidane lalu pulang kembali ke kelompoknya setelah mendapatkan kegagalan dalam mencari tempat dalam mimpinya. Zidane lalu merasakan bahwa Tantalus lah tempat yang ia rindukan. Apalagi setelah beberapa pukulan gratis mengenainya yang menandakan mereka semua itu sangat mengkhawatirkannya. Sejak saat itu Zidane pun bersikap lebih tenang dalam mencari jati dirinya. Zidane mempunyai sifat sangat setia kawan dan tidak akan membiarkan seorang wanita disakiti dihadapannya. Saat melihat Garnet (Zidane tidak menyadarinya) yang memakai kerudung ingin melarikan diri, ia pun memilih untuk membantunya. Ketika di Forest Evil saat melihat Steiner dan Vivi yang keracunan akibat serangan monster tumbuhan disana, Zidane dengan sukarela membawa mereka kembali ke Prima Vista. Padahal mereka berdua baru dikenalnya. Selain itu Zidane juga mempunyai sifat iseng yang berlebihan. Ia selalu berbuat iseng pada rekan-rekan Tantalusnya, sempat meraba pantat Garnet saat akan menaiki kapal di Dali, mengaku-ngaku pada Vivi bahwa ia itu sangat terkenal diantara para gadis diseluruh Lindblum. Sampai menawarkan jasa padanya jika ingin berkonsultasi seputar wanita silahkan datang padanya. Namun sebenarnya hal itu ia lakukan untuk mencari perhatian orang lain. Ia sebenarnya kesepian akan hatinya yang selalu dirundung berbagai macam pertanyaan dan masalah. Dalam hal asmara, wanita pertama yang benar-benar mengusik hatinya adalah Garnet. Zidane sebisa mungkin mencari perhatian dan rela melakukan apa saja demi mendekatinya. Namun ia tidak bisa jujur akan perasaannya, apalagi saat Garnet diangkat jadi ratu Alexandria, ia semakin minder akan posisinya yang hanya seorang pencuri. Zidane lalu pergi ke Treno untuk bermain kartu yang sekedar menghilangkan rasa tidak percaya dirinya. Diwaktu yang sama Kuja dan Bahamut berhasil memporak-porandakan Alexandria. Hal ini membawa Zidane pada penyesalan yang lebih dalam karena hampir saja ia kehilangan orang yang dicintainya. Setelah kejadian itu ia pun bertekad untuk melindungi Garnet sampai kapanpun. Setelah mengetahui jati diri yang sebenarnya adalah ‘adik’ Kuja yang dilahirkan sama-sama untuk menjadi mesin pembunuh, Zidane lalu mulai frustasi akan hidupnya. Ia memutuskan untuk menghindari semua teman-temannya, tapi malah diberi dorongan oleh mereka. Akhirnya semangat hidupnya pun kembali dan memutuskan untuk segera mengakhiri semua masalah di dunia. Setelah Terra hancur oleh Kuja, Zidane lalu membawa semua para Gnome yang dianggap sebagai adik-adiknya dan dititipkan di Black Mage Village. Zidane mengganggap mereka juga pantas untuk hidup layak dan normal seperti ras lainnya. Zidane lalu menemui Kuja untuk membuat perhitungan terakhir dengannya. Setelah pertarungan terakhir dengan Kuja selesai, Zidane masih mempunyai perasaan sayang padanya. Apalagi Kuja adalah sosok kakak yang memang ia cari selama ini. Ia mengetahui bahwa kakaknya itu masih hidup dan tetap bersamanya walaupun Lifa Tree akan segera hancur. Kuja lalu tersadar akan arti sebuah kehidupan, ia menolong Zidane untuk keluar dari sana. Ia berpikir bahwa Zidane tidak pantas mati bersamanya karena semua orang sudah menunggu kepulangannya. |



