| Lenna Charlotte Tycoon |
|
"Yes...but more importantly I have a responsibility to the world."
Element : Water
Lenna Charlotte Tycoon, juga dikenal sebagai Reina, adalah playable character dalam Final Fantasy V. Lenna adalah putri dari King Tycoon, dan merupakan saudara perempuan dari Sarisa / Faris yang menghilang. Walaupun Lenna adalah orang yang suka berpetualang dan pemberani, ia juga baik dan lemah lembut. Dengan senang hati ia akan (dan pasti) membahayakan dirinya demi orang lain, dan kadang – kadang sedikit menuruti kata hati. Dia sangat menyukai dragons / naga dan sempat membahayakan dirinya dua kali untuk menyelamatkan nyawa para Wind Drake saat ia merupakan Warriors of Light. BACKSTORY Sepanjang perjalanan, Lenna membahayakan dirinya dua kali untuk menyelamatkan para Wind Drake dari kematian. Yang pertama dia berjalan melalui padang beracun untuk memberi Hiryuu Dragon Grass untuk menyembuhkan lukanya, lalu sang Wind Drake menyembuhkan Lenna sebagai tanda terima kasihnya. Yang kedua ia memakan Dragon Grass untuk membuat Wind Drake milik Krile berani memakannya, walaupun sebenarnya Dragon Grass sangat mematikan untuk manusia. Keinginan dan kerelaan untuk mengorbankan dirinya untuk para Wind Drake dapat dijelaskan melalui insiden yang terjadi di masa lalunya. Saat Lenna masih kecil, ibunya jatuh sakit dan hanya bisa disembuhkan oleh lidah seekor Wind Drake. Yang tersisa hanya Hiryuu, dan baik King maupun Queen Tycoon menolak untuk membunuhnya. Putus asa, Lenna mengambil sebilah pisau dan bermaksud untuk memotong lidah Hiryuu, namun Jenica menghentikannya dan menjelaskan bahwa tidak sepantasnya membunuh sang naga hanya untuk menyelamatkan ibunya. Queen Tycoon pun meninggal karena penyakitnya tak lama kemudian. Pengalaman menyakitkan ini mengajari Lenna harga dari sebuah pengorbanan diri. Ibunya sangat mencintai sang naga dan dengan rela ia menerima kematian demi melindunginya.
STORY Lenna merupakan generasi pertama dari Warriors of Dawn. Saat angin berhenti, dan ayahnya menghilang setelah berjalan ke Wind Shrine, Lenna pergi mengejarnya. Di tengah jalan, Lenna dihadang oleh para goblin, namun beruntung ia diselamatkan oleh pengelana bernama Bartz. Ia juga bertemu dengan seorang tua yg mengalami amnesia bernama Galuf, dimana dalam amnesianya ia mengingat bahwa tujuannya sama dengan tujuan Lenna yaitu melindungi Wind Crystal, dan akhirnya mereka pun bergabung. Setelah berhadapan dengan para goblin lagi, Bartz ikut bergabung dengan mereka. Meteor yang Galuf pakai untuk datang menghalangi jalan mereka untuk pergi ke Wind Shrine, jadi Bartz dkk dipaksa untuk mencari jalan lain. Mereka menemukan sebuah kapal bajak laut yang dapat berjalan tanpa layar. Lenna menyarankan agar bertanya pada bajak laut bolehkah mereka menumpang, namun Bartz tidak setuju, lalu mereka bertiga menggunakan rencana Galuf, yaitu mencurinya. Sayangnya, mereka tidak dapat menguasai kapal itu dan dengan mudah mereka oleh sang kapten, Faris, dan anak buahnya. Lenna membeberkan bahwa ia adalah seorang putri dan memohon kepada para bajak laut untuk mengantar mereka ke Wind Shrine, tetapi Faris menjawabnya hanya dengan tertawa dan berkomentar seberapa besar harga yang pantas untuk seorng putri Tycoon. Namun saat Lenna memperlihatkan kalungnya, Faris mengubah pikirannya. Kemudian mereka ditahan selama semalam dan dibebaskan di hari berikutnya, dan kapal pun mengarah menuju Wind Shrine, dan barulah terbuka bahwa sebenarnya kapal itu ditarik oleh seekor naga air bernama Syldra. Tibanya di Wind Shrine, Bartz dkk melihat King of Tycoon sesaat sebelum Wind Crystal terpecah. Ia menamai Bartz, Lenna, Faris, dan Galuf sebagai Warriors of Light. Lenna tersontak kaget dan cemas, namun tidak ada waktu untuk berkabung atau mencari ayahnya. Ia tidak memiliki pilihan lain selain menerima tugas untuk mengalahkan Exdeath. Kemudian Bartz dkk pergi ke kota Tule. Disini Lenna meminta pertolongan dari Zok, teman lamanya. Lenna meminta kunci untuk pergi ke Torna Canal. Walaupun pertamanya enggan, setelah berdiskusi dengan Bartz saat semua tertidur, Zok pun akhirnya memilih untuk membantu mereka dengan memberi Bartz kuncinya. Di Torna Canal, kapal yang ditumpangi Bartz dkk tabrakan dengan yang disebabkan oleh seekor monster, dan Syldra, ditinggal untuk mengalahkan monster itu, lalu kapal mereka berjalan mengarah ke Ship Graveyard. Disana, Bartz dan Galuf mengetahui bahwa Faris adalah seorang perempuan yang sedang menyamar. Saat mereka mencapai garis pantai, Bartz dkk dihipnotis oleh Siren dengan wujud orang – orang yang dintai mereka, namun berhasil diselamatkan oleh Galuf berkat hilangnya ingatannya dan tak mengingat siapa Krile itu. Karena membutuhkan transportasi baru, Bartz dkk mendaki North Mountain dalam usaha mencari hiryuu, Wind Drake milik Lenna. Seorang pemburu bernama Magissa menyerang Lenna, namun Bartz dkk melawannya. Kemudian, Lenna berjalan menerobos padang beracun untuk mendapatkan Dragon Grass dan kemudian ia jatuh pingsan. Hiryuu pun menyembuhkan lukanya dan Bartz dkk pun terbang, walaupun sebelumnya Bartz sempat protes karena ia takut akan ketinggian. Bartz dkk mendarat di Castle of Walse, dan langsung mengarah ke ruang singgasana raja. Disana, Lenna beremu dengan sang raja, memohon padanya agar menghentikan penyalahgunaan kekuatan Water Crystal. Namun, sang raja menolak karena Walse dapat berkembang berkat bantuan crystal. Tak lama kemudian, sebuah meteor jatuh. Bartz dkk bergeas menuju menara tempat crystal-nya berada, dan bertarung melawan seekor untuk melindungi crystal. Namun pada akhirnya Water Crystal pun hancur, dan menaranya pun tenggelam. Bartz dkk diselamatkan oleh Syldra yang membawa mereka sampai di pantai dengan selamat. Kemudian Syldra menghilang yang membuat Faris bersedih. Kemudian Bartz dkk mencapai tempat dimana meteor jatuh dan dipindahkan menuju tempat jatuhnya meteor yang lain. Tiba di Karnak, Bartz dkk ditahan tak lama setelah mereka tiba. Seorang kakek tua di dalam sel di sebelah sel mereka memperkenalkan dirinya sebagai Cid dan memberitahu keterkaitannya pada crystal. Tak lama kemudian Bartz dkk bersama Cid dibebaskan, dan memasuki kapal uap terdekat. Bartz dkk akhirnya berjalan menuju kamar mesin kapal itu yang mana kelihatannya menjadi kelebihan bekerja. Di sana, mereka menghadapi Queen of Karnak yang bermaksud menyerang mereka. Setelah mengalahkannya, barulah terbuka bahwa sebelumnya Queen of Karnak dikuasai oleh roh jahat. Bartz dkk bergegas untuk melindungi Fire Crystal, tapi sia – sia. Fire Crystal pun terpecah, dan Bartz dkk dipaksa untuk melarikan diri demi keselamatan mereka. Kemudian Bartz dkk menuju ke Ancient Library untuk mengejar Cid. Saat bertemu dengan cucu Cid yaitu Mid, mereka bertarung melawan seekor monster yang menyerang Mid. Kemudian Mid bersama Bartz dkk kembali ke Karnak, dimana ia menyadarkan kakeknya. King Tycoon terlihat di Quicksand. Bartz dkk pergi kesana untuk mencarinya. Dengan bantuan Cid dan Mid, mereka dapat melewati gurun dan berjalan menuju Ruined City. Saat Faris melihat sang raja, ia memanggilnya ayah, membawa suasana menjadi emosional, yang juga menjadi reuni antara Faris dan Lenna sebagai Saudara. Bartz dkk berhenti di bawah Crescent, dimana sekali lagi mereka bertemu Cid dan Mid. Kembali di Over World, Bartz dkk menemukan Earth Crystal di dalam Flying Ruins, sebuah kota yang melayang diudara berkat kekuatan crystal. Bartz dkk harus bertarung saat memasukinya, mengalahkan Soul Cannon dengan bantuan Cid dan cucunya. Saat Bartz dkk mencapai puncak, mereka bertemu King Tycoon. Dia seperti tidak mengenali kedua putrinya dan menyerang Bartz dkk, yang mana menbuat Lenna dan Faris shock. Datangnya meteor bersamaan dengan cucu Galuf, Krile, menghentikan niat King Tycoon. Kemudian Krile membuatnya jatuh dengan spell-nya. Hal ini membuat kembalinya ingatan sang raja dan saat ia sadar, ia memanggil kedua purtinya dengan nama mereka. Namun, reuni yang indah itu terhenti setelah crystal yang terakhir pecah yang membebaskan sang penyihir legendaris, Exdeath. Sang raja memberitahu kedua putrinya untuk bersatu melawan Exdeath dan meminta Bartz untuk melindungi kedua purtinya sebelum mengorbankan dirinya untuk meyelamatkan Bartz dkk. Setelah mendapati Exdeath bebas, Galuf berpisah dari grup dan kembali ke dunianya bersama Krile untuk bersiap menghadapi pertarungan melawan Exdeath. Menggabungkan kekuatan dari ketiga meteor, anggota grup yang tersisa dapat pergi ke dunia Galuf. Sebelum mereka dapat bertemu dengan Galuf, Bartz, Lenna, dan Faris ditangkap oleh monster dan dibawa ke Exdeath’s Castle. Disana Bartz dkk digunakan sebagai umpan untuk menjauhkan Galuf dan pasukannya memasuki kastilnya. Ini membuat Galuf harus memasuki kastil Exdeath sendiri dan menyelamatkan Bartz dkk. Kemudian kemudian, mereka melarikan diri bersama, sambil menghadapi Gilgamesh sepanjang jalan. Setelah bergabung, Bartz dkk berencana untuk menghadapi Exdeath. Hiryuu milik Krile jatuh sakit saat menolong Bartz dkk, jadi untuk menyelamatkan sang Wind Drake, Bartz dkk pergi menuju Drakenvale untuk mendapatkan Dragon Grass. Namun, sang Wind Drake enggan untuk memakan apapun, jadi untuk membuat sang Wind Drake berani, Lenna memakan Dragon Grass, walaupun ia tahu bahwa Dragon Grass sangat mematikan untuk manusia. Lalu Krile memberi Elixir kepada Lenna untuk menyembuhkannya. Selama perjalanan Bartz dkk bertemu para Dawn Warriors yang tersisi, King Xezat dan sang manusia serigala Kelger, yang mana keduanya terbunuh saat membantu Bartz dkk. Bartz dkk mengikuti Exdeath sampai di Great Forest of Moore. Mereka diserang oleh Exdeath yang menggunakan kekuatan crystal untuk melawan mereka. Usaha Krile untuk menyelamatkan mereka gagal yang membuat Galuf bertarung sendirian melawan Exdeath. Akhirnya Galuf pun kalah dan ia mentransfer seluruh kekuatannya ke Krile sebelum ia meninggal. Bartz dkk melanjutkan perjalanannya, menyerbu Exdeath’s Castle, dan akhirnya membunuh Exdeath. Setelah Exdeath menghancurkan crystal yang tersisa di Second World, secara misterius Bartz dkk menemukan diri mereka kembali di dalam Tycoon’s Castle. Disini, Faris disambut sebagai Princess Sarisa, dan sedang diadakan sebuah perayaan untuk merayakan kembalinya kedua putri kerajaan tersebut. Bartz, Krile, dan Faris tiba – tiba menghilang -dua orang pertama karena menyadari bahwa ada yang salah, dan Faris karena ia tidak ingin menjadi putri-, meninggalkan Lenna sendiri saat kastilnya tersedot oleh kembalinya Void. Walaupun yang lain percaya bahwa Lenna telah meninggal, sebenarnya Lenna diselamatkan oleh Hiryuu dari Interdimensional Rift, tetapi ia berada dalam pengaruh oleh seorang demon bernama Melusine. Melusine memaksa Lenna untuk menyerang teman – temannya, namun Hiryuu yang terluka membuat Lenna pingsan dan memaksa kuasa jahat keluar dari tubuhnya. Setelah Melusine dikalahkan, Lenna akhirnya sadar dan kembali bergabung dengan Bartz dkk. Setelah menghancurkan NeoExdeath, Lenna dan Faris kemabli ke Tycoon dan berkuasa bersama untuk sementara. Namun, Faris menjdai bosan dan membuan takhtanya untuk kembali bergabung dengan bajak laut, dan Lenna menjadi Ratu Tycoon walaupun umurnya masih muda. Keturunan langsungnya adalah Queen Lenna di Final Fantasy: Legend of the Crystals. PERSONALITY Untuk urusan temperamen, Lenna hapir berlawanan dengan saudaranya Faris: bila Lenna air, maka Faris api; bila Lenna lemah lembut, maka Faris tidak tahu malu; bila Lenna lebih mementingkan kepentingan orang lain, maka Faris egois dan serakah; bila Lenna feminim, maka Faris tomboy; bila Lenna seorang putri, maka Faris seorang bajak laut. Namun, mereka memiliki beberapa kesamaan. Keduanya sama – sama pemberani dan selalu berpikir dahulu sebelum bertindak, dan juga mereka memiliki warna mata dan rambut yang sama. Lenna dan Faris saling menyayangi dan melindungi satu sama lain selama petualangan mereka. MUSICAL THEME Uniknya, Lenna adalah satu – satunya karakter Final Fantasy V yang memiliki official theme (selain Exdeath). Judulnya simple, yaitu Lenna’s Theme (atau Reina’s Theme), dan kebanyakan dimainkan di flashback-nya. ETYMOLOGY “Lenna” merupakan bentuk Inggris dari Lena, dimana dalam bahasa Rusia merupakan bentuk terkecil dari nama Yelena (“Ellen” atau Helen”). Nama Lenna di translasi original, Reina, merupakan kata dari bahasa Spanyol yang berarti “Queen”.
TRIVIA Ryukishi07, creator dari Higurashi no Naku Koro ni, merupakan fans dari Final Fantasy V. nama penanya diambil dari Lenna –“07” dalam bahasa Jepang dapat dibaca sebagai “reinana”, dan “Ryukishi” berarti “dragoon”. Ini juga secara tidak langsung merupakan dasar untuk karakter Higurashi, Rena Ryugu. (Revsky Lionheart) |


