| Vargrant Story Review |
|
Format: Playstation Network (PSP/PS3) ------------------------------------------------------------------------------------- Pada tahun 2000, Squaresoft sempat merilis beberapa judul hebat pada console Playstation seperti Parasite Eve 2, FF IX, dan…Vagrant Story. Walaupun tidak mendapatkan penjualan yang tinggi seperti FF IX dan Parasite Eve 2, namun Vagrant Story mendapatkan banyak pujian dari para gamer karena kualitas nya yang hebat. Ya, bahkan majalah game terkenal di jepang yaitu Famitsu sempat memberikan nilai sempurna (40/40) pada game ini. 11 tahun kemudian, Square-Enix merilis game ini pada Playstation Network dan menggelitik saya untuk membeli nya kembali. Buat saya game ini masih merupakan salah satu telur emas langka yang dipunyai Squaresoft… ------------------------------------------------------------------------------------- Story Prologue
Suatu malam di manor tempat tinggal Duke Bardoba terjadi kekacauan. Seorang pria bernama Sydney Losstarot memimpin kelompok cult “Mullenkamp” dengan menyandera keluarga Duke. Pihak militer yaitu “Valendia Knights of the Peace (VKP)" tidak tinggal diam. Mereka mengirimkan agen terbaik yaitu seorang “Riskbraker” bernama Ashley Riot untuk menyelamatkan keluarga Duke.
Sydney Lostarrot, antagonist utama…atau… Cerita pada Vagrant Story disajikan dengan gaya cinematic lewat cutscenes yang muncul setiap pemain mencapai tempat tertentu. Lalu setiap percakapan karakter dijelaskan lewat gelembung dialog ala sebuah komik. Dan tentu saja, pada saat itu Square belum melakukan voice acting. Namun tanpa voice acting sekalipun saya jamin anda akan menikmati dialog yang ada, dikarenakan sangat keren nya susunan kata yang ada di dalam dialog tersebut. ------------------------------------------------------------------------------------- Gameplay Gameplay adalah salah satu faktor yang sangat bersinar pada Vagrant Story. Dimana pemain akan menuntun Ashley Riot melakukan eksplorasi dungeon, kustomisasi senjata, platformer, puzzle, sampai dengan menebas musuh. Jadi, kita cek saja satu-persatu:
Disini anda akan menjelajahi Lea Monde yang eksotik dan creepy lewat sudut pandang orang ketiga (third person). Namun anda bisa memakai sudut pandang orang pertama untuk melihat sekeliling. Ketika menjelajahi dungeon, pemain diharuskan mencari kunci untuk membuka pintu yang ada. Kunci ini bisa didapatkan dari mengalahkan musuh atau kotak item. # PLATFORMER AND PUZZLE
Pemain terkadang diharuskan melompat untuk sampai ke area berikut nya. Dan terkadang pemain harus menyelesaikan puzzle juga sebelum melakukan hal tersebut. Dimana puzzle ini berupa mendorong kotak atau batu sehingga anda mempunyai tempat pijakan untuk melompat. Namun jangan anggap remeh puzzle ini, karena nanti nya akan banyak sekali puzzle yang akan menguras otak sekaligus adrenalin anda. # BATTLE MODE
Ingat akan ‘Risk yg semakin besar Battle dalam Vagrant Story adalah real-time turn-based. Pemain bebas menyerang musuh kapan saja. Ketika menekan tombol “O”, maka gerakan musuh akan terhenti dan Ashley akan diselubungi sebuah lingkaran yang menentukan range serangan Ashley dengan target. Besar nya range ini ditentukan oleh senjata apa yang dipakai oleh Ashley.
Lalu untuk menyerang target, pemain bisa menekan “O” lagi pada bagian mana yang ingin diserang. Entah itu leher, kepala, kaki, badan, atau lengan musuh. Setiap bagian ada presentase yang menentukan kesuksesan serangan, bahkan bisa sering menimbulkan ‘critical hit’ jika dilakukan dengan benar (meng-equip senjata serta aksesoris yang tepat untuk jenis lawan).
Namun dengan melakukan serangan secara terus menerus bukan berarti suatu keuntungan. Ingat job Ashley sebagai “Riskbreaker”? ya, setiap serangan yang anda lakukan akan menambah “Risk” Ashley, entah serangan tersebut gagal atau berhasil. Dan jika “Risk” Ashley semakin besar maka presentase serangan juga semakin mengecil serta serangan musuh akan menimbulkan damage yang lebih besar dari biasa nya. Cara untuk menurunkan risk adalah dengan menyimpan senjata dengan menekan tombol “X” sehingga risk akan turun lebih cepat. Atau bisa juga dengan menggunakan item. #CRAFTING & CUSTOMIZE
Ya, bisa dibilang inilah aspek yang akan membuat anda berlama-lama memainkan Vagrant Story. Setiap senjata, armor, dan shield yang ada di Vagrant Story mempunyai jenis yang berbeda, seperti ‘wood’, ‘leather’, ‘bronze’, ‘iron’, ‘silver’, ‘hagane’, dan ‘damascus’. Jenis-jenis ini bisa saling dikombinasikan dan menghasilkan perlengkapan yang lebih keren atau…lebih jelek. ------------------------------------------------------------------------------------- Graphic
Sayang, tidak ada cerita cinta antara Merlose dan Ashley Ok, ini game PS1 jadi jangan harap Vagrant Story mempunyai grafik sekelas FF XIII. Namun setelah 11 tahun, grafik dalam Vagrant Story masih cukup bisa dinikmati, apalagi lewat layer PSP yang kecil sehingga jaggies serta tekstur yang jelek tidak terlalu terasa. Vagrant Story hanya mempunyai 1 CGI yaitu di awal permainan. Sisa nya adalah cutscene in-game dengan dukungan style gothic dan medieval ala Akihiko Yoshida. Dan jujur saja, saya sangat menyukai desain Yoshida disini jika dibandingkan dengan FF Tactics atau FF XII. ------------------------------------------------------------------------------------- Music
Urusan musik ditangani oleh Hitoshi Sakhimoto dan menurut saya Vagrant Story adalah salah satu karya terbaik nya. Semua musik yang hadir benar-benar mendukung atmosfer yang ada di dalam game. ------------------------------------------------------------------------------------- Replay Value
Cukup banyak yang bisa dilakukan ketika anda menamatkan Vagrant Story untuk pertama kali. Misal nya: ------------------------------------------------------------------------------------- Verdict
Bagi gamer sekarang yang sudah dimanjakan dengan grafik mewah, mungkin Vagrant Story tidak terlalu menarik jika dilihat dari sisi grafik saja. Terlebih Vagrant Story mempunyai kesulitan yang tinggi untuk seorang hardcore gamer sekalipun. Namun bagi fans SE yang ingin mencari tantangan lebih, maka Vagrant Story adalah game yang wajib untuk anda ;) (Soji Seta) ------------------------------------------------------------------------------------- Disclaimer |














