| Hitman Novel, Nanashi no App, Dragon Quest X Updates |
|
Prekuel Hitman: Absolution dalam Bentuk Novel Setelah sukses dengan Deus Ex: Human Revolution yang meraih angka penjualan memuaskan dan disenangi oleh para gamer maupun reviewer, kini Square Enix sepertinya berniat untuk memanjakan serial Hitman. Dalam bentuk apa? Sebuah novel dan game baru.
Untuk novel yang diadaptasi dari serial game, rasanya bukan hal baru lagi (seperti yang bisa dilihat pada novel Assassin's Creed yang dijual di toko-toko buku besar di Indonesia). Namun kalau Assassin's Creed benar-benar mengadaptasi ceritanya dari game, lain halnya lagi dengan novel Hitman yang ditulis oleh Raymond Benson ini. Buku ini akan menceritakan tentang hal-hal yang terjadi diantara rentang waktu Hitman: Blood Money dan Hitman: Absolution. Lalu bagaimana aksi Agent 47 di novel berjudul Hitman: Damnation ini? Well, tidak jauh-jauh dari misi pembunuhan^^ Kali ini Agent 47 diberi pekerjaan untuk membunuh seorang tokoh politik Amerika, tetapi di tengah misi dia menyadari ada sesuatu janggal... Hmm, nantinya akan berkembang menjadi plot konspirasi? Yah, tentunya jawaban itu hanya bisa kita ketahui kalau novelnya sudah diluncurkan pada musim panas mendatang.
Beralih ke game baru dari serial Hitman. Sebenarnya hal ini belum pasti kebenarannya, tapi SE sudah mendaftarkan trademark baru berjudul Hitman Sniper Challenge. Sekedar info, Desember lalu ada pula trademark Hitman: Profession. Apakah kedua judul itu ternyata adalah game yang sama, hanya saja ganti judul? Atau benar-benar dua game yang berbeda?
Nanashi no App Menyerbu Android SE benar-benar menepati perkataannya untuk memperkuat armadanya di Android. Hal yang terbukti dengan hijrahnya berbagai judul Final Fantasy klasik, Chrono Trigger, dan masih banyak lagi game lainnya. Namun kalau game yang disebut sebelumnya hanya berupa porting, lain lagi dengan Nanashi no App. Game ini benar-benar dibuat khusus untuk Android, dan merupakan judul terbaru dari serial Nanashi no Game (Nameless Game).
Cerita Nanashi no App bernuansa urban legend. Alkisah, ada sebuah game smartphone terkutuk yang akan membunuh para pemainnya dalam waktu tujuh hari. Selama itu pula, hal-hal mengerikan mulai terjadi pada kamera dan aplikasi mail milikmu. Contohnya bisa kami lihat pada screenshot atas. Such a creepy hand... Dengan berbagai interface tersebut, para player diharapkan bisa memecahkan misteri dalam game ini. Dan (tentu saja), menyelamatkan nyawa karakter yang dikendalikan.
Sementara itu, tampilan dalam dunia gamenya sendiri terlihat seperti RPG jadul, dengan karakter berupa grafis sprites. Yang harus kamu lakukan adalah melewati berbagai jebakan yang dapat membunuh karaktermu. Jadi, hati-hati ya^^
Bagi yang memiliki account twitter, kamu juga bisa membaca dan berkicau ria lewat fitur built-in twitter yang ada di Nanashi no App. Game ini sudah tersedia di iTunes (tapi sayangnya dalam bahasa Jepang), seharga 800 yen. Untuk versi Androidnya, akan dirilis Februari besok.
Dragon Quest X: Pendaftaran Beta Test, Side Story, dan Metode Transportasi SE telah mengumumkan tanggal pemilihan para beta testers untuk menjajal Dragon Quest X: Rise of the Five Tribes Online, yang akhirnya akan jatuh pada 31 Januari besok. Beta test ini akan dibagi dalam beberapa tahap, jadi bagi yang tidak kebagian untuk kesempatan yang kali ini, bisa mencobanya pada tahap berikutnya. Walau tanggal pemilihannya sudah ditetapkan, SE sendiri belum mengungkap kapan persisnya beta test ini akan dilangsungkan. Dan mari beralih ke seputar gameplay. Ada serangkaian side stories yang disuguhkan oleh SE. Beberapa diantaranya adalah penculikan di Benua Pukurando, penyakit misterius yang mejangkit Raja Ogreed, dan kejadian yang mempengaruhi nasib seorang gadis di Erutona.
Lalu masalah transportasi adalah hal yang vital dalam sebuah game (tentunya kamu nggak mau keliling dunia dengan jalan kaki, bukan?). Ada dua metode transportasi yang dibeberkan oleh SE; Intercontinental Railroad dan Rula Stone. Intercontinental Railroad, seperti namanya, berupa sebuah kereta api yang berfungsi sebagai alat transportasi untuk perjalanan jauh. Sementara itu, Rula Stone adalah benda yang memungkinkan para player untuk pindah lokasi secara instan (tapi Rula Stone hanya bisa menyimpan satu lokasi saja; seperti Butterfly Wing di Ragnarok Online mungkin?).
Sources: Siliconera, Gematsu, Game Jouhou (by sakurazaki90) |






